Kamis, 27 Oktober 2011

sejarah liga indonesia

1. PerserikatanPerserikatan adalah kompetisi sepak bola Indonesia yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1931. Cikal bakal kompetisi ini dimulai ketika pada tanggal 19 April 1930, PSIM bersama dengan VIJ Jakarta (sekarang Persija Jakarta), BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), IVBM (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun) SIVB (Persebaya Surabaya), VVB (Persis Solo) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. Setelah melalui perbagai pertemuan akhirnya disepakati berdirinya organisasi induk yang diberi nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1931 dan berkedudukan di Mataram
daftar juara musim dan runner up
Musim    Tempat    Juara    Hasil    Runner-up
1980 Jakarta Persiraja Banda Aceh 3-1 Persipura Jayapura
1981 - 1982 Tidak Berlangsung
1983 Jakarta PSMS Medan 0-0 (3-2 pen) Persib Bandung
1984 Tidak Berlangsung
1985 Jakarta PSMS Medan 2-2 (2-1 pen) Persib Bandung
1986 Jakarta Persib Bandung 1-0 Perseman Manokwari
1986/1987 Jakarta PSIS Semarang 1-0 Persebaya Surabaya
1987/1988 Jakarta Persebaya Surabaya 3-2 Persija Jakarta
1988/1989 Tidak Berlangsung
1989/1990 Jakarta Persib Bandung 2-0 Persebaya Surabaya
1990/1991 Tidak Berlangsung
1991/1992 Jakarta PSM Makassar 2-1 PSMS Medan
1992/1993 Tidak Berlangsung
1993/1994 Jakarta Persib Bandung 2-0 PSM Ujungpandang
2.Galatama
Sampai tahun 1979 Kejuaraan Nasional Perserikatan merupakan satu-satunya kompetisi tingkat nasional di Indonesia. Kejuaraan Nasional Perserikatan bersifat amatir. Mulai tahun 1979 PSSI menyelenggarakan kompetisi sepak bola semi-professional, diberi nama Liga Sepak Bola Utama disingkat menjadi Galatama. Galatama merupakan salah satu pioner kompetisi semi-professional dan professional di Asia selain Liga Hong Kong.
Tahun 1994 Galatama dan Perserikatan digabung menjadi Liga Indonesia.
Juara Galatama

(Menang Pelita Jaya melalui Adu Penalti 4-2 Pada Tahun 1990)Musim Juara Hasil Runner-up
1979/1980 Warna Agung Jayakarta
1980/1982 Niac Mitra Jayakarta
1982/1983 Niac Mitra 3-2 UMS 80
1983/1984 Yanita Utama 1-0 Mercu Buana
1984 Yanita Utama 2-0 UMS 80
1985 Krama Yudha Tiga Berlian 1-0 Arseto
1986/1987 Krama Yudha Tiga Berlian 4-2 Pelita Jaya
1987/1988 Niac Mitra 3-1 Pelita Jaya
1988/1989 Pelita Jaya 2-1 Niac Mitra
1990 Pelita Jaya 1-1 Krama Yudha Tiga Berlian
1991/1992 Arseto Pupuk Kaltim
1992/1993 Arema Pupuk Kaltim
1993/1994 Pelita Jaya 1-0 Gelora Dewata
Klub Yang Pernah Berpartisipasi1. Aceh Putra (Lhokseumawe, Aceh) 1990-1994
2. Pardedetex (Medan) 1979-1984
3. Mercu Buana (Medan) 1980-1984
4. Medan Jaya (Medan) 1987-1994
5. Semen Padang (Padang) 1983-1994
6. Pusri Palembang (Palembang) 1987-1989
7. Jaka Utama Lampung/Yanita Utama (1983)/Tiga Berlian (1985)/Krama Yudha      Tiga Berlian(1986) (1979 Lampung,1983 Bogor,1986 Palembang,1990 Bekasi)          1979-1991
8. Lampung Putra (Lampung) 1987-1989
9. Warna Agung (Jakarta) 1979-1994
10. Jayakarta (jakarta) 1979-1982
11. Indonesia Muda (Jakarta) 1979-1984
12. BBSA (Bangka Billiton Sports Association) Tama (Jakarta) 1979/1980 1 musim
13. Buana Putra (Jakarta) 1979-1982
14. Cahaya Kita (Jakarta) 1979-1982
15. Tunas Inti (Jakarta) 1979-1987
16. Angkasa (Jakarta) 1980-1984
17. UMS '80 (Jakarta) 1980-1984
18. Arseto (1979 Jakarta, 1983 Solo/Surakarta ) 1979-1994
19. Pelita Jaya (Jakarta) 1986-1994
20. Perkesa '78/Perkesa Mataram(1987)/Mataram Putra(1992)(1979 Bogor,                      1980Sidoarjo,1987 Yogyakarta) 1979-1994
21. Sari Bumi Raya (1979 Bandung, 1980 Yogyakarta) 1979-1984
22. Tempo Utama (Bandung) 1983/84 1 musim
23. Bandung Raya (Bandung) 1987-1994
24. Bintang Timur (Cirebon) 1980-1983
25. Tidar Sakti (Magelang) 1979-1982
26. Gajah Mungkur Muria Tama (Kudus) 1990-1992 1 musim
27. B.P.D. Jateng (Semarang) 1988-1994
28. Niac Mitra/Mitra Surabaya(1990) (Surabaya) 1979-1994
29. ASGG Assyabaab Salim Grup Galatama/1992 ASGS (Surabaya) 1990-1994
30. Petrokimia Putra (Gresik) 1988-1994
31. Arema (Malang) 1987-1994
32. Bentoel Galatama (Jember) 1990/1992 1 musim
33. Caprina (Denpasar) 1983/84 1 musim
34. Bali Yudha (Denpasar) 1984 1 musim
35. Gelora Dewata (Denpasar) 1990-1994
36. Barito Putra (Banjarmasin) 1988-1994
37. Pupuk Kaltim (Bontang) 1989-1994
38. Putra Mahakam/1993 Putra Samarinda (Samarinda) 1990-1994
39. Makassar Utama (Makassar) 1980-1989
40. Bima Kencana (Makassar) 1983/84 1 musim
41. Palu Putra(Palu) 1987-1989

klub yg seharang eksis di musim ini
1. Arema Indonesia
2. Pelita Jaya
3. Pupuk Kaltim (sekarang Bontang FC)
4. Putra Samarinda (sekarang Persisam Putra)
5. Semen Padang
6. Gelora Dewata (sekarang Deltras Sidoarjo)
7. Petrokimia Putra (sekarang Gresik United)
8. Niac Mitra (sekarang Mitra Kukar)
9. Barito Putra
10. Medan Jaya (sekarang Penajam Medan Jaya)
11. Mastrans Bandung Raya
catatan =
  1. Persisam Putra dan Gresik United hasil merger dari persisam samarinda dan persegres gresik
  2. bandung raya sempat vakum
  3. mitra kukar,deltras,bontang fc, dan penajam medan jaya diakuisi oleh pemerintah
klub yg pernah ada di divisi utama

  1. Arseto Solo
  2. Mataram Putra
  3. BPD Jateng
  4. Warna Agung
  5. Assyabaab SGS
3.liga Indonesia

Divisi Utama Liga Indonesia adalah kompetisi tingkat 2 dalam Liga Indonesia, di bawah Liga Super Indonesia. Sebelum tahun 2008, Divisi Utama adalah kompetisi tingkat teratas.

Divisi Utama dibentuk pada tahun 1994 melalui peleburan 2 kompetisi yang ada pada saat itu, yaitu Perserikatan dan Galatama. Pada musim 1997/98, kompetisi ini dihentikan akibat kondisi politik di Indonesia yang tidak kondusif.

Sejak pertama kali digelarnya Divisi Utama Liga Indonesia, kompetisi ini telah mengalami beberapa kali perubahan sistem kompetisi. Sempat menerapkan sistem kompetisi penuh pada musim kompetisi 2003 dan 2004, pada musim kompetisi 2006, sistem kompetisi 2 wilayah dengan pergelaran babak 8 Besar kembali digunakan.

daftar juara1994/95 Liga Indonesia
(Liga Dunhill)
Persib (Bandung) 1-0 Petrokimia Putra
(Gresik)
1995/96 Liga Indonesia II
(Liga Dunhill)  Mastrans Bandung Raya 2-0 PSM (Makassar)
1996/97 Liga Indonesia III
(Liga Kansas)  Persebaya (Surabaya) 3-1 Bandung Raya
1997/98 Liga Indonesia IV (tidak dilanjutkan)
1998/99 Liga Indonesia V PSIS (Semarang) 1-0 Persebaya (Kota Surabaya)
1999/00 Liga Bank Mandiri PSM (Makassar) 3-2 Pupuk Kaltim (Bontang)
2001 Liga Bank Mandiri Persib (Bandung) 3-2 PSM (Makassar)
2002 Liga Bank Mandiri Petrokimia Putra
(Gresik) 2-1 Persita
(Tangerang)
2003 Liga Bank Mandiri Persik
(Kediri) - PSM
(Makassar)
2004 Liga Bank Mandiri Persebaya
(Surabaya) - PSM
(Makassar)
2005 Liga Djarum Indonesia Persipura
(Jayapura) 3-2 Persija
(Jakarta)
2006 Liga Djarum Indonesia Persik
(Kediri) 1-0 PSIS
(Semarang)
2007 Liga Djarum Indonesia Sriwijaya FC
(Palembang) 3-1 PSMS
(Medan)


4. Liga Super Indonesia
Liga Super Indonesia (LSI) atau Indonesia Super League (ISL) adalah kompetisi sepak bola antar klub profesional level tertinggi di Liga Indonesia. LSI diselenggarakan oleh PT Liga Indonesia (dahulu BLI) yang dimiliki oleh PSSI. LSI dikuti 18 tim terbaik yang akan saling bertanding satu putaran penuh kompetisi 34 pertandingan, kandang dan tandang. Sistem operasi untuk setiap klub peserta dengan promosi dan degradasi ke Divisi Utama. Musim kompetisi tidak menentu dan disesuaikan dengan kondisi atau suasana yang terjadi di Indonesia. Sponsor utama LSI adalah perusahaan rokok Djarum, oleh karena itu LSI secara resmi dikenal sebagai Djarum
sekarang masih berlangsung djarum ISL dan Djarum ISL dapat penghargaan Panasonic Gobel Awards 2010 dlm kategori acara olahraga terfavorit

SEJARAH DANGDUT KOPLO

Sekilas Awal Mula Dangdut Koplo
Salam Dangdut!
Dangdut? Jesal Indonesia, Rhoma Irama n Sonetanya, Inul Daratista n Ngebornya, Dewi Persik n sensasinya, may be right or may be not? Yang jelas dangdut adalah musik tradisional Indonesia yang pada era 60-an Mashabi dan Elia Khadam artis pertama yang melagukan dan pada masa itu orang menyebutnya musik Melayu, pada era 70-an musik melayu ini semakin mendapat hati di telinga pencinta musik tanah air khususnya di Jawa dan klimaknya pada tahun 1973 dengan berkibarnya bendera Orkes Melayu ( OM ) Soneta yang di motori oleh Rhoma Irama dan ditahun ini pulalah launching album perdana Soneta , kemunculan Soneta rupanya jadi inspirasi musisi bahkan penyanyi di Indonesia pada masa itu dan sudah barang tentu sampai sekarang, maka muncullah penyani seperti A. Rafik, Nur Halimah, Elvi Sukaisi, Mansur S, dll. Dari tahun ketahun perkembangan industri musik ditanah air semakin mengila, tak terkecuali musik dangdut. Pada era 80 – 90-an musik dangdut mulai mengalami metamorfosis, ada Pop Dangdut, Rock Dangdut, Disco Dangdut dan pada akhirnya di era 2000-an booming aliran dangdut baru yang disebut orang sebagai Dangdut Koplo. Siapa dan darimana asal musikkoplo?
Nah…. Ini yang akan kita bahas
Apa yang membedakan dangdut koplo dengan dangdut lain? Nothing difference! But, dangdut koplo memiliki specific characteristic pada tempo dan permain gendang. Jadi kalau kita ‘mbahas dangdut koplo pertanyakannya adalah siapa yang pertama kali yang memainkan gendang? Dangdut koplo pertama kali di mainkan dalam sebuah komunitas kecil di sebuah daerah pingiran kota Surabaya pada tahun1993 tepatnya di daerah Girilaya. Dan pada saat itu yang pegang gendang adalah Mas Naryo bahkan saat itu disebut dangdut kotekan ( Musik patrol untuk membangunkan warga di bulan Romadhon pada saat sahur ). Permainan gendang Mas Naryo akhirnya disempunakanoleh Mas Sugeng yang akhirnya menjadi dangdut koplo, pada era ini mulailah semual banyak bermunculan musisi dangdut koplo hingga akhirnya OM. Avita ( Mas Udin yang pada saat itu pegang gendang ) yang mengenalkan dangdut yang enerjik pada masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Tapi akhirnya yang paling berpengaruh dan mempengarui permainan gendang orkrs melayu saat ini adalah Slamet New Palapa, boleh dibilang permainan gendang koplo slamet memang disa dinikmati, sehingga banyak orang yang salah tafsir dengan mengatakan yang ngoplo pertama kali adalah Slamet padahal seperti uraian diatas, orang yang pantas dihormati dan di banggakan adalah Cak Naryo kemudian Cak Sugeng ( walau aq sendiri ‘gak wero wonge ) tapi tentu saja tidak mengurangi rasa hormat dan penghormatan kepada Slamet, permainan kendang slamet tidak bisa dianggap remeh, kelincahan serta kecangihan memainkan jemari tangan diatas sikulit bundar emang tak perlu diragukan lagi, belum lagi improfisasi dan kecerdasanya dalam mengolah gendang adalah merupakan satu kelebihan dari si slamet, Salut Met!
tapi bukan performe musisi yang kita nilai semua musisi dangdut koplo cerdas cerdas dan cangih dalam bermain kendang, memang dari masing masing pemaingendang memiliki ciri khas masing masing. dan yang selalu membuat aku bangga keoada insan dangdut adalah kerja keras untuk mempertahankan musik dangdut terus berkiprah di dunia industi musik Indonesia.
salam kepada Musisi dan penyanyi Lokal maupun Nasional, jayalah selalu musik Tanah air.
kepada para pembaca mohon maaf apa bila ada kekeliruan dalam tulisan aq ini, mungkin info yang aq korek kurang sempurna, aq mengharap masukan dan kritik yang membangun, thanks n brovo musik dangdut tanah air.